Rabu, 07 Desember 2011

Cara Berpakaian Tentukan 'Keputihan' Kulit Manusia


Berpakaian mampu membuat orang menjadi buta warna, entah karena kita melihat kulit orang ‘putih’ atau ‘hitam’. Namun kepandaian dalam berpakaian juga menentukan.

Relawan dalam studi di Amerika Serikat (AS) cenderung melabel seseorang putih jika orang itu memakai baju setelan meskipun sebenarnya ia berkulit hitam. Sebaliknya, orang akan dilabel hitam jika berpakaian kerja.
Ilmuwan mengungkap, persepsi pada ras manusia terbentuk melalui prasangka

yang kita pegang. Peneliti dari Tufts University, Stanford University dan University of California melakukan studi pada beragam ras dengan serangkaian wajah komputerisasi, warna kulit yang berbeda dan pakaiannya.

Beberapa di antaranya memakai pakain semi formal dan formal. Mereka yang memakai pakaian formal untuk kerja memiliki wajah lebih gelap dan memakai pakaian semi formal atau kasual tampak lebih putih.
Hasil studi mengungkap, rasisme bisa jadi merupakan suatu hal yang tak disadari karena muncul dari prasangka. Pemimpin studi Jonathan B Freeman dari Tufts Graduate School of Arts and Sciences mengatakan, Hasil studi menunjukkan cara persepsi wajah selalu mengkompromi petunjuk visual sebelum mata seperti stereotype yang kita pegang.

“Stereotype wajah cukup kuat untuk mempengaruhi visual dasar pemrosesan orang lain yang secara sistematis mencurigai cara manusia melihat dunia sosialnya,”

Read More >>

Wanita Ini Rela Diperkosa Karena Hobi

Wanita Ini Diperkosa 10 Pria Karena Hobi-Bagaimana bila anda yang menjadi korban pemerkosaan oleh wanita cantik di atas ini? Senang? ketagihan? Ngarep? hahahaha saya bisa menebak pikiran anda. Ada baiknya sebelum keinginan anda itu muncul, anda membaca kutipan berita berikut. Setelah membacanya mungkin anda akan mengurungkan keinginan anda.

Seorang perempuan muda eksentrik ditangkap polisi Rusia karena meracuni dan memerkosa 10 pria setelah lebih dulu memancing mereka dengan kecantikannya. Perempuan itu diketahui bernama Valeria K (32). Hobinya cukup unik, yaitu mengoleksi laba-laba beracun. Oleh karena itu, ia dijuluki “Black Widow”, sejenis laba-laba raksasa yang ganas terhadap lawan jenisnya.


Menurut situs Life.ru, polisi mulai curiga ketika jumlah pasien laki-laki dengan keluhan yang spesifik meningkat di rumah sakit. Keluhan itu adalah keracunan klonidin dan trauma berat pada penis. Tidak banyak yang diingat para pria itu kecuali perempuan cantik berambut merah yang mengajak mereka minum di sebuah apartemen. Menurut mereka, perempuan itu juga sangat ramah.

Memang akhirnya Valeria tertangkap dan mengakui perbuatannya. Namun, polisi

masih terheran-heran dengan modus perkosaan itu. Dalam pengakuannya, Valeria mengungkapkan bahwa ia memang membujuk para pria yang berpikiran ngeres itu ke apartemennya. Di sana mereka minum-minum dan tentu saja para pria itu menginginkan hubungan seks.


Ternyata suguhan untuk para pria itu sudah dicampur dengan klonidin yang membuat mereka pingsan selama 24 jam. Namun, sebelum itu, penis para pria yang sudah terangsang itu diikat pangkalnya. Tujuannya agar bisa tegak berjam-jam. Saat itulah mereka diperkosa.
Setelah itu, para korban dibuang di sebuah kawasan sepi dan ketika sadar mereka sudah tidak ingat apa-apa. Hal terakhir yang bisa mereka ingat adalah bertemu seorang perempuan cantik, selebihnya gelap.

Dari 10 pria yang diperkosa, hanya satu yang tidak melapor. Ternyata, pria yang tidak disebutkan namanya itu tidak merasa rugi akibat perkosaan itu. ”Saya memang suka wanita seksi. Yang saya sayangkan cuma dia menggunakan klonidin,” katanya.

Sebenarnya para korban itu cukup beruntung. Kalau benar-benar menggunakan cara bercinta black widow, pastilah para korban itu tinggal nama. Black widow adalah julukan sejenis laba-laba betina besar yang selalu membunuh dan memakan lawan jenisnya setelah bercinta


Sumber
Read More >>

Selasa, 06 Desember 2011

Siapa Sebenar nya Iskandar Zulkarnain..??


Sebenarnya pendapat popular bahawa Zulkarnain adalah Iskandar Zulkarnain (Alexander The Great) telah dinafikan oleh ramai sarjana Islam kerana setelah dikaji latarbelakang Iskandar Zulkarnain, ternyata bahawa beliau bukanlah seorang yang berperibadi mulia sebagaimana Zulkarnain yang diberitakan di dalam Al-Qur'an. Atas sebab itu sarjana yang kemudian telah mengkaji lagi dan mencari siapakah sebenarnya Zulkarnain itu.

Wahab bin Munabbih berpendapat bahawa Zulkarnain adalah seorang raja Yaman bernama As-Sha'ab Zulkarnain bin Al-Harith Zu Murathid bin Amru Al-Hammal Zu Manah bin Aad Zu Syidad bin Emir bin Al-Milthat bin Saksak bin Wail bin Himyar bin Saba' bin Yusyiab bin Yi'rab bin Qahtan bin Hud a.s. bin Emir bin Syalikh bin Arfafksyad bin Sam bin Nuh a.s. Men arik juga kisah As-Sha'ab Zulkarnain ini kerana baginda ini dikatakan hidup di zaman Nabi Musa a.s. dan satu lagi perkara menarik ialah bahawa Nabi Khidir a.s. adalah menteri kanan kepada As-Sha'ab dan Khidir a.s. telah mengikuti baginda bersama-sama dalam siri pengembaraan baginda untuk menakluki negeri-negeri lain. Malah Khidir a.s. dikatakan telah menghilangkan diri selepas As-Sha'ab Zulkarnain mangkat.


Seorang lagi raja yang dikaitkan dengan Zulkarnain ialah Kaurasyh Al-Ikhmini. Pendapat ini dikemukakan oleh Abul Kalam Azad, bekas Menteri Pendidikan India. Beliau telah menyelidik sejarah Parsi kuno dan menemukan seorang raja yang terbilang sejarahnya. Kaurasyh dikenali oleh orang Greek sebagai Syrus, dan orang-orang Yahudi menggelarnya sebagai Khauras. Selain dari merupakan raja yang agung, Khaurasyh dikatakan bersifat adil, hubungan dengan rakyat jelata adalah baik, dan menunjukkan sifat-sifat kemanusiaan yang mulia.

Untuk melengkapin artikel ini silahkan di download file nya di bawah ini dengan format Microsoft Word Document..


Read More >>

Uap Air Terbesar di Jagad Raya

Uap air terbesar di jagad raya (MSNBC)

Massa air itu sudah berusia 12 miliar tahun dan 140 triliun kali dari semua massa air bumi

Para ilmuwan baru-baru ini berhasil menemukan massa air raksasa terbesar dan tertua di jagad raya.Massa air berbentuk awan itu, berusia 12 miliar tahun dan diperkirakan mengandung massa air yang besarnya 140 triliun kali lipat dari seluruh massa air yang ada di bumi.

Awan uap air itu dikelilingi oleh sebuah lubang hitam supermasif yang dikenal dengan quasar, berada di lokasi yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Seperti dikutip stasiun berita MSNBC, para ilmuwan mengatakan bahwa temuan ini membuktikan bahwa air telah ada sejak awal keberadaan jagad raya

"Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan kuasar itu lebih dari 12 tahun cahaya, kita melihat kehadiran air hanya sekitar 1,6 milar setelah awal dari jagad raya," ujar Alberto Bolatto, salah seorang peneliti dari University of Maryland lewat sebuah pernyataan.

"Penemuan ini menandai keberadaan air semiliar tahun lebih dekat dengan peristiwa dentuman besar," kata Bolatto.

Quasar adalah obyek bercahaya dan paling energetik di alam raya. Kuasar ditenagai oleh lubang hitam besar yang menghisap gas-gas dan debu di sekitarnya lalu memuntahkan energi dalam jumlah ebsar.

Para tim astronom berhasil mendeteksi dan mengkonfirmasi keberadaan awan air itu di sekeliling quasar, melalui dua teleskop berbeda, satu di Hawaii dan satu lagi di California.

Peneliti memperkirakan, bahwa uap air itu terbentuk di awal kemunculan alam raya. Jadi, penemuan awan tua ini tida terlalu mengagetkan mereka. "Ini adalah bukti selanjutnya di mana air meresap ke seluruh alam semesta, bahkan di saat-saat yang sangat awal," ujar pemimpin penulis riset, Matt Bradford, dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.


Berwujud Es
Quasar APM 08279+5255 mengandung uap air yang besarnya 4.000 kali lebih besar daripada galaksi Bima Sakti, kata para peneliti. Hal ini mungkin dikarenakan banyak air di galaksi Bima Sakti yang berwujud es, bukan uap.

Uap air di quasar didistribusikan ke sekitar lubang hitam masif di wilayah yang panjangnya mencakup ratusan tahun cahaya. Awan tersebut memiliki suhu minus 63 derajat Fahrenheit (-17,2 derajat celsius), namun, atmosfer bumi memiliki kepadatan yang 300 triliun kali lebih padat daripada awan tersebut.

Setidaknya, awan itu lima kali lebih panas, dan 10 sampai 100 kali lebih padat daripada apa yang biasa dijumpai di galaksi-galaksi, termasuk Bima Sakti, kata para peneliti. Awan air itu juga mengungkap info penting lain tentang quasar.

Pengukuran uap air dan molekul-molekul lain seperti karbon monoksida, mengungkap kemungkinan bahwa terdapat jumlah gas yang cukup bagi lubang hitam untuk berkembang hingga sekitar enam kali dari ukuran sebelumnya. Temuan ini akan segera dipublikasikan pada Astrophysical Journal Letters.

Read More >>

Mencoba Mencari Rumus Tuhan


Membahas Tuhan dalam sains sudah merupakan pembahasan dan perdebatan panjang yang hingga kini tidak pernah ada titik temunya. Pihak yang berseteru adalah ilmuwan dan para ahli agama (teologi). Belakangan seorang pakar fisikawan Stephen Hawking mengeluarkan buku berjudul "Grand Design". Buku tersebut spontan memancing keributan terutama di sisi para ahli agama. Hal ini disebabkan karena penjelasan dari buku tersebut yang menjelaskan bahwa alam semesta ini tercipta hampir tanpa membutuhkan keterlibatan Tuhan. Sains membuktikan hal yang demikian sementara para ahli agama dan teologi tetap pada keyakinannya bahwa semesta dan kehidupan ini jelas ciptaan Tuhan, akan tetapi mereka tidak bisa membuktikan secara bukti-bukti seperti yang dibutuhkan oleh para ilmuwan. Sampai kapan ini akan tetap berada pada jurang yang berseberangan? Mungkinkah perseteruan ini terjawab pada satu titik temu yang memuaskan kedua belah pihak?

Saya tidak akan mengajak pembaca ikut-ikutan untuk mengambil posisi pihak kiri atau kanan. Yang akan saya coba paparkan dalam tulisan disini lebih kepada cerita-cerita dan fakta yang menjelaskan perjalanan manusia dalam proses pencaharian maha pertanyaannya. Saya janji bahwa ini bukan tulisan tentang agama dan bukan artikel sains.

Sains = Fakta = Bukti
Dalam sains, fakta merupakan hal penting . Dalam perjalanannya mencari fakta dan bukti tentu melalui proses panjang lewat berbagai hipotesa, teori, eksperimen, dan rumus-rumus. Ketika sebuah fenomena alam berhasil di rumuskan maka sejak itulah sains menjadikan rumus sebagai sebuah kebenaran nyata. Untuk yang belum berhasil dirumuskan, maka fenomena tersebut masih dalam proses pencaharian, sampai kapan? Mungkin sampai kiamat

Budaya fakta, data, dan bukti ini merupakan warisan dari bangsa barat, yaitu Yunani. Dimana budaya mereka sangat kental dengan budaya filsafat dan teori. Mereka punya banyak ahli pikir (pemikir) yang sejak dahulu terlahir sebagai para ahli teori-teori yang terjadi di kehidupan manusia. Teori-teori itu dilontarkan untuk diuji hingga sekian puluh tahun baru bisa dibuktikan lewat rumus-rumus. Satu teori yang sahih saat itu jelas bisa terbantahkan oleh teori baru yang akan muncul sekian lama sejak teori awal dicetuskan. Ini hal yang lumrah dalam sains. Satu teori membantah teori lainnya demi melengkapi "soal" yang lebih besar, yaitu pertanyaan-pertanyaan fenomena alam.

Butuh Bukti
Piramid di Mesir, sebuah artefak kuno yang masih bisa dilihat saat ini saja, belum berhasil dijawab oleh para arkeolog dan sains bagaimana cara membuatnya. Teori dan hipotesa tentu banyak mencoba menjelaskan itu akan tetapi tetap masih menjadi sebuah teori atau dugaan karena manusia butuh fakta yang lebih otentik yang bisa menjelaskan cara membuat Piramid. Dari teori-teori yang mencoba menjelaskan proses pembuatan Piramid, banyak yang melihatnya dari kacamata manusia saat ini, yaitu dengan ukuran badan saat ini dan alat kerja saat ini. Bahwa untuk memindahkan batu-batu besar itu akan selalu membutuhkan alat pemindah. Yang paling masuk akal adalah berbentuk roda agar baru mudah ditarik. Lalu musti ditarik oleh apa? Oleh manusia.. berapa banyak manusia? Dan seterusnya.

Mari kita mencoba berandai-andai, bayangkan jika ternyata Piramid itu dibuat oleh manusia yang besarnya setinggi Piramid? Tentu teori menggelindingkan bongkahan batu besar tadi dengan konsep roda menjadi tidak valid. Sayangnya andai-andai tadi menjadi tidak valid karena sangat tidak bisa diterima oleh sains. Kecuali para arkeolog menemukan fosil atau tulang belulang manusia zaman Piramid yang tingginya sebesar Piramid. Maka sejak itu musnahlah teori memindahkan bongkahan batu dengan roda.Dalam prosesnya manusia sering membatasi cara pandang dalam mencari sebuah jawaban dari kehidupan. Ini semua akibat cara pandang barat tadi. Sementara bagi orang Timur, bukti dan fakta seringkali bukan menjadi hal penting dalam menjawab fenomena alam dan kehidupan. Kita ambil contoh kebiasaan bangsa China dalam menjelaskan Feng Shui. Feng Shui sudah ada dan dipakai dalam kehidupan bangsa China sudah lama sekali. Ilmunya terjaga secara turun temurun tanpa banyak pertanyaan-pertanyaan dari generasi-generasi baru bangsa China. Yang mereka lakukan hanyalah menerapkan ajaran FengShui tadi buat kehidupan mereka tanpa butuh rasional dari konsep FengShui, jika tidak maka berakibat kehidupan mereka akan susah.

Contoh lain adalah yang terjadi di kultur Indonesia, santet atau ilmu susuk misalnya. Santet dan ilmu susuk sudah ada di Indonesia sejak lama dan masih terjadi hingga saat ini. Keberadaan santet dan ilmu susuk pun gagal dibuktikan secara sains. Beberapa teori dicoba untuk menjelaskan kedua fenomena ajaib ini namun tetap belum bisa menjawab secara sahih rumus dari santet dan ilmu susuk.

Secara sains adalah hal yang tidak mungkin memasukan benda logam (emas misalnya) ke dalam tubuh manusia tanpa melakukan pembedahan. Namun bagi santet dan ilmu susuk hal tersebut terjadi. Yang lebih hebatnya, untuk susuk perpindahan benda logam ke dalam tubuh dilakukan secara jarak dekat sementara untuk santet bisa dilakukan dalam jarak jauh. Apakah para pengguna santet dan susuk tadi butuh rasional sains untuk meyakinkan bahwa santet atau susuk mereka berhasil? Tidak!


Sebab - Akibat
Dari kedua contoh tadi, jelas sudah bisa membuktikan bahwa ada perbedaan yang besar antara cara memandang ilmu dari dunia Barat dan Timur. Bangsa Barat nampaknya membutuhkan alasan atau SEBAB dari sebuah fenomena, sementara bangsa Timur lebih membutuhkan AKIBAT untuk meyakini hadirnya sebuah fenomena. Bagi orang Timur apapun sebabnya, bagaimanapun caranya, mereka lebih butuh AKIBAT atau HASIL. Jika hasilnya ada, maka ia yakini itu sebagai kebenaran.

Kembali ke topik tulisan ini, bagaimana kita musti menyikapi kontroversi sains dengan Tuhan? Bagi saya, sebagai orang Timur saya lebih percaya kepada AKIBAT tadi. Alam semesta (universe) dan kehidupannya ini ada dan bekerja sekian milyar tahun. Berjalan dalam bentuk pola yang beraturan dan acak sehingga menjadi kombinasi dan konfigurasi yang maha teratur. Semua ini adalah NYATA dan hadir sebagai sebuah AKIBAT dari yang maha awal. Sampai situ, saya sudah berada dalam sebuah keyakinan adanya Sang Maha Awal. Pertanyaan SEBAB dari sang maha awal ini, saya yakin akan terjawab, kapan? Kita tunggu saja.. Toh kita sadar bahwa otak dan kepandaian manusia itu sangat terbatas dan kecil sekali jika dibanding besaran dan luasnya universe ini. Terlalu kecil, terlalu sempit, dan terlalu sedikit untuk mencari jawaban yang MAHA BESAR dan MAHA LUAS ini hanya dalam waktu dekat.

Bagi saya, saya tidak mau menghabiskan waktu hidup hanya berkutat untuk mencari jawaban atas pertanyaan dari asal-mula atau SEBAB dari adanya kehidupan. Saya lebih memilih untuk menjalani, menikmati, dan mensyukuri kehidupan atas AKIBAT dari seluruh fenomena alam yang super terstruktur ini. Bumi, hanyalah bagian kecil dari alam semesta ini, usiapun sudah milyar tahun, sementara siapa pun manusia yang paling hebat di muka bumi ini, mungkin usianya hanya 100 tahun, OK lah 200 tahun. Tetap tidak berarti banyak jika dibandingkan dengan besaran bumi, apalagi alam semesta ini.

Oh iya, sesuai janji saya.. saya tidak melibatkan iman, agama, dan Tuhan dalam tulisan ini. Saya tidak mau terjebak sebagai topik agama. Begitu pun saya tidak mau membahas tulisan ini sebagai artikel sains.

Read More >>

Tanaman Hidup di duga dari Zaman Es Ditemukan Ilmuwan


Para ilmuwan menemukan tanaman yang hidup dalam gua gelap untuk menghindari matahari tropis. Menurut mereka, terdapat dugaan kuat tanaman ini dari zaman es.

Ilmuwan menemukan jelatang aneh di gua di Yunna dan Provinsi Guanxi di China. Tanaman ini mampu hidup di kondisi cahaya 0,02% normal yang artinya hampir gelap total. Menurut ilmuwan, ini menjadi indikasi ada hal sangat aneh mengenai evolusi tanaman ini.

Peneliti yakin, tanaman yang seharusnya mengering di zaman es ini mampu hidup dan membuatnya menjadi spesies unik.

“Gua kapur ini sangat tua. Sangat aneh menemukan tanaman ini di tempat biasa menemukan film ganggang ini,” papar peneliti Alex Monro.
Peneliti dari Natural History Museum Inggris ini mengaku sedang mengerjakan beberapa hipotesa bagaimana tanaman ini bisa muncul di gua gelap ini dan bagaimana ia mampu bertahan di cuaca zaman es.
Zaman es terakhir terjadi pada 30.000 tahun silam dan banyak spesies yang mengering dengan mudah saat itu. Namun, spesies yang mampu bertahan dari lingkungan semacam itu jelas sangat unik.

Menurut Monro seperti ditulis DM, “Tanaman ini diduga melakukan fotosintesis dengan sangat cepat yang membuatnya mampu memanfaatkan cahaya yang sangat sedikit dengan maksimal."membuatnya mampu memanfaatkan cahaya yang sangat sedikit dengan maksimal."

Read More >>

Rabu, 09 November 2011

PSK Anak Dibawah Umur Gang Dolly Kuat Layani 100 Tamu Sebulan !


Asep Darmawan (35) dan istrinya Pipit Indah Sari (17) yang memiliki usaha di lokalisasi Dolly Jl Kupang Gunung Timur I/18 kini mendekam dalam tahanan Polrestabes Surabaya. Dia ditahan akibat melacurkan anak di bawah umur. Modus yang digunakan pasutri ini masih seputar uang. Kepada korbannya, Nonik (15) asal Tambak Asri, memberikan utangan Rp 1,5 juta agar bisa tetap bekerja di wismanya.

Karena mempunyai utang itu, Nonik terpaksa melayani 100 laki hidung belang dalam sebulan. Jumlah itu teritung sejak Nonik masuk ke Wisma 18 bulan September lalu. Selain Nonik, dua temannya yang memakai nama Andien (16) asal Banyu Urip serta Endah (14), warga Simo. Polisi belum bisa dikonfirmasi, karena keduanya sudah tidak ada lagi di wisma tersebut.

Setiap kali melayani tamu, Asep menarifkan Rp 100 ribu, dan kemudian dipotong 50 persen. Sehingga dalam satu bulannya Asep mampu meraup keuntungan bersih Rp 12 juta. "Itu sudah termasuk potongan untuk kemanannya, Pak," aku Asep yang gemuk.

Tapi usaha turunan dari orang tua kini Asep sudah tidak bisa menjalankan karena ditutup. Dia akibat kesandung pasal 2 ayat 17 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan pasal 88 UU RI No t3 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman diatas 5 tahun.

Read More >>